Jumat, 22 November 2013

manajemen risiko

Manajemen Risiko Perusahaan
 
Risiko adalah sesuatu yang dapat mempengaruhi sasaran perusahaan. Salah satu atribut risiko adalah ketidakpastian, baik dari sesuatu yang sudah diketahui maupun dari sesuatu yang belum diketahui. Dalam penyusunan strategi yang baik, haruslah juga memperhatikan risiko-risiko yang mungkin terjadi dalam konteks eksternal maupun konteks internal perusahaan, dan melakukan antisipasi perlakuan risiko bila memang risiko tersebut menjadi kenyataan.
Manajemen risiko perusahaan adalah sebuah upaya yang dilaksanakan oleh Dewan Komisaris, Direksi, jajaran manajemen, dan karyawan perusahaan untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengelola, serta menangani risiko-risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran perusahaan. Proses pengelolaan dan penanganan risiko ini dilaksanakan dalam batasan selera risiko (risk appetide) yang dapat ditanggung perusahaan. Dengan melakukan ini maka dapat diperoleh jaminan atas keyakinan yang wajar atas pencapaian keseluruhan sasaran perusahaan.
Penerapan manajemen risiko adalah bagian dari penerapan Good Corporate Governance (GCG).
Berdasarkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : PER-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara, Direksi wajib menyusun manajemen risiko manual dan membangun serta melaksanakan program manajemen risiko perusahaan secara terpadu yang merupakan bagian dari pelaksanaan program GCG, serta menyampaikan laporan profil manajemen risiko dan penanganannya bersamaan dengan laporan berkala perusahaan. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko juga perlu dikawal oleh prinsip-prinsip tertentu sehingga kongruen dengan penerapan GCG dan bisa berjalan secara efektif.
Tujuan penerapan Manajemen Risiko Perusahaan diyakini mampu untuk :
  1. Memastikan risiko-risiko yang ada di Perusahaan telah diidentifikasi dan dinilai, serta telah dibuatkan rencana tindakan untuk meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadinya.
  2. Memastikan bahwa rencana tindakan telah dilaksanakan secara efektif dan dapat meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadinya risiko.
  3. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, karena semua risiko yang dapat menghambat proses perusahaan telah diidentifikasikan dengan baik, termasuk cara untuk mengatasi gangguan kelancaran proses perusahaan telah diantisipasi sebelumnya, sehingga bila gangguan tersebut memang terjadi, maka perusahaan telah siap untuk menanganinya dengan baik.
  4. Membantu Manajemen Perusahaan dalam pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi mengenai risiko-risiko yang ada di Perusahaan, baik risiko strategis maupun kegiatan fungsi-fungsi/proses bisnis di Unit Kerja.
  5. Lebih memberikan jaminan yang wajar atas pencapaian sasaran perusahaan karena terselenggaranya manajemen yang lebih efektif dan efisien, hubungan dengan pemangku kepentingan yang semakin membaik, kemampuan menangani risiko perusahaan yang juga meningkat, termasuk risiko kepatuhan dan hukum.

Konteks Manajemen Risiko Perusahaan
 1. Visi
Terimplementasinya budaya sadar risiko dan pelaksanaan pengelolaan risiko di perusahaan secara menyeluruh, terstruktur dan terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan utama perusahaan.

2. Misi
Merubah cara penanganan risiko yang semula secara parsial (silo) menjadi terintegrasi seluruh organisasi dengan membangun suatu pemahaman yang sama tentang prinsip-prinsip penanganan risiko, suatu landasan kerangka kerja yang akan menjadi dasar bagi penanganan setiap risiko, urutan proses penanganan risiko, pemahaman tentang teknik dan metoda penanganan risiko, proses pelaporan serta monitoring & review untuk keseluruhan proses penanganan risiko di seluruh organisasi.

3. Sasaran
Pencapaian tingkat penerapan manajemen risiko dengan mengacu pada target kinerja yang telah ditetapkan dalam Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU).

4. Strategi
Strategi yang ditempuh perusahaan agar implementasi manajemen risiko dapat berjalan dengan baik:
  1. Membangun komitmen dari Direksi dan Pimpinan Unit Kerja untuk memberikan dukungan penuh terhadap penerapan Manajemen Risiko Perusahaan;
  2. Menyusun dan menetapkan struktur tata kelola risiko (risk governance structure) yang sesuai di perusahaan dipimpinnya, serta menetapkan struktur akuntabilitas hingga level yang terendah;
  3. Penunjukan Champion yang bertanggung jawab untuk mendorong pelaksanaan penerapan manajemen risiko secara meluas ke seluruh organisasi. Champion ini dapat berupa penunjukan fungsi Manajemen Risiko tersendiri dan juga para individu pada setiap Unit Kerja dengan penugasan khusus untuk menjadi fasilitator penerapan manajemen risiko pada unit kerjanya;
  4. Penetapan secara jelas bahwa akuntabilitas pengelolaan risiko tetap berada pada para pemangku risiko (risk owner) dan bukan ke para Champion. Untuk itu maka Pimpinan Unit Kerja adalah pemangku risiko pada unit kerja tersebut dan juga menjadi Penanggung Jawab dalam melakukan pengelolaan risiko pada unit kerjanya. Demikian secara berjenjang hingga sampai pada penanggungjawab proses. Tugas para Champion lebih sebagai fasilitator untuk penerapan manajemen risiko;
  5. Penyusunan infrastruktur organisasi sebagai unit untuk mendorong penerapan manajemen risiko ke seluruh organisasi, termasuk di dalamnya akuntabilitas penerapan tersebut pada setiap tingkatan dalam organisasi;
  6. Menyediakan sumber daya yang diperlukan dan memadai dalam arti tenaga ahli, pelatihan, dana, sarana fisik, peralatan, dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan manajemen risiko dengan baik;
  7. Memastikan keselarasan program manajemen risiko dengan strategi perusahaan, sekaligus menentukan ukuran kinerja pencapaian sasaran manajemen risiko;
  8. Menerapkan proses Manajemen Risiko Perusahaan yang telah berhasil digunakan oleh perusahaan lain atau sejenis (best practice);
  9. Menerapkan seluruh Kebijakan Manajemen Risiko perusahaan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses manajemen Perusahaan;
  10. Melakukan pengembangan kompetensi dan proses pembelajaran Manajemen Risiko Perusahaan secara berkesinambungan;
  11. Melakukan pengembangan struktur organisasi Perusahaan yang dapat mendukung penerapan Manajemen Risiko Perusahaan;
  12. Membangun budaya peduli Risiko di seluruh proses manajemen Perusahaan melalui antara lain komunikasi kebijakan dan implementasi Manajemen Risiko Perusahaan secara berkesinambungan.

5. Kebijakan
  1. Menerapkan manajemen risiko perusahaan sebagai perwujudan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) secara konsisten dan berkelanjutan. Manajemen risiko perusahaan diterapkan untuk meminimalisasi segala kemungkinan kejadian yang dapat berakibat buruk terhadap pencapaian sasaran Perusahaan.
  2. Penerapan manajemen risiko perusahaan mengacu pada kerangka kerja ISO 31000 : 2009, dengan pertimbangan bahwa kerangka ini lebih praktis, bersifat generik dan sejalan dengan struktur organisasi serta bentuk badan hukum perusahaan yaitu perusahaan perseroan yang pengaturannya mengacu pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Kerangka Kerja Manajemen Risiko PTPN VIII adalah sebagaimana berikut:
 
Skema tersebut menunjukkan gambaran mengenai kerangka kerja manajemen risiko sebagai induk dari proses manajemen risiko yang lebih bersifat teknis dan gambaran bagaimana tata kelola risiko yang terdiri dari aspek struktural, aspek operasional dan aspek perawatan, harus dilaksanakan. 




  1. Untuk mendukung agar pelaksanaan proses manajemen risiko perusahaan dapat berjalan dengan baik, maka perusahaan akan melakukan pengembangan lingkungan internal yang mendukung penerapan Manajemen Risiko Perusahaan, meliputi antara lain komitmen dan dukungan Manajemen, penetapan prinsip, strategi umum, dan kebijakan penerapan manajemen risiko, pembentukan fungsi atau unit yang bertugas untuk mengkoordinir dan melakukan supervisi atas pengelolaan Manajemen Risiko Perusahaan, pengembangan Manajemen Risiko Perusahaan sebagai bagian dari keseluruhan proses manajemen Perusahaan, pengembangan budaya risiko, pengembangan kompetensi, serta pengembangan kebijakan-kebijakan lain yang mendukung.
  2. Seluruh jajaran manajemen Perusahaan memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menerapkan Manajemen Risiko Perusahaan dalam mengelola seluruh aktivitas di unit kerja yang dipimpinnya.

6. Akuntabilitas Penerapan Manajemen Risiko Perusahaan
Secara umum pihak-pihak yang terlibat dalam penerapan Kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan adalah sebagai berikut:
  1. Direksi sebagai Komite Risiko dan Pimpinan Perusahaan adalah penanggungjawab utama penerapan manajemen risiko pada Perseroan.
  2. Dewan Komisaris adalah Pengawas Tertinggi dalam pelaksanaan pengawasan (monitoring dan review), pelaksanaan penerapan manajemen risiko pada Perseroan.
  3. Sekretaris Perusahaan selaku unit pengelola risiko dan bertugas mengkoordinir seluruh unit kerja dalam setiap tahapan implementasi manajemen risiko.
  4. Satuan Pengawasan Internal bertugas untuk melaksanakan pengawasan atas setiap pelaksanaan rencana perlakuan risiko setiap unit kerja.
  5. Pimpinan Unit Kerja bertanggung jawab atas pengelolaan risiko pada masing-masing unit kerjanya.
  6. Seluruh karyawan berkewajiban mengimplementasikan seluruh tahapan manajemen risiko dengan mengacu kepada pedoman ini.

hair style

Mohawk, Gaya Rambut Seru

Berbagai gaya Mohawk untuk tampilan beda

Gaya rambut yang namanya diambil dari orang Indian, Kanienkehaka ini juga identik dengan musik punk. Sekarang ini lagi banyak dilirik kembali oleh dunia fashion setelah acara Met Gala di Metropolitan Museum of Art kemarin yang bertemakan Punk. Nggak cuma buat cowok, tapi cocok untuk cewek, lho, Dear. Let’s check them out!

Buat si Rambut Pendek



Potong rambut pendek dengan menipiskan bagian kanan dan kiri rambut, bagian atas rambut dipotong lebih panjang. Jika ingin sering tampil mohawk, jangan lupa untuk meminta hair stylist kamu untuk lebih menipiskan bagian atas rambutmu. Gaya mohawk pendek ini adalah salah satu model rambut yang paling diminati – baik oleh cewek ataupun cowok.

Untuk si Rambut Panjang



Ternyata gaya rambut mohawk tidak melulu untuk rambut pendek. Coba buat kepangan rambut mulai dari tengah kepala hingga ujung kepalamu. Voila, you’ll get cool mohawk.

Ponytail



Gaya rambut favorit Kim K ini berhasil menciptakan ilusi gaya rambut mohawk tanpa harus mencukur bagian kanan dan kiri rambut. Pastikan ikatan rambutmu kencang dan bagian kanan kiri rambut terikat rapi. Sasak bagian ponimu lalu jepitkan ke bagian belakang. Selamat mencoba, Dear!

puisi



Kamu

Senyum itu
tawa itu
Hanya dapat ku lihat dalam bayangan

Tangis itu
Sedih itu
Hanya dapat ku lihat dalam kenangan

Rindu itu
Sayang itu
Hanya dapat ku ciptakan dalam mimpi

Semua rasa itu hanya ada pada seseorang
Seseorang yang selalu hadir dalam senyum dan tawa
Seseorang yang terdengar tangis dan kesedihannya
Seseorang yang terasa rindu dan sayangnya
Seseorang itu adalah KAMU

puisi



Bintang

Sinar itu temani ku
Dalam luka
Dalam sedih
Dalam tawa
Dalam canda

Tanpanya malam ini sunyi
Tanpanya malam ini sepi
Tanpanya mala mini tak ada warna di hati

Hanya sinarnya yang mampu sejukkan ku
Hanya sinarnya yang mampu temani ku
Hanya sinarnya yang mampu hapus lukaku
Hanya sinarnya yang mampu hilangkan sepi ku

Temani aku bintang,……..

Kamis, 21 November 2013

celebrity

GAYA SANTAI DAN STYLISH PARA SELEB
In the mood or casual outfit, bukan berarti tampil berantakan, lho. You can be stylish as well.Tidak perlu repot jika ingin tampil stylish. Kamu tetap bisa terlihat stylish dengan hanya menggunakan outfit yang simple. Nggak percaya? Buktikan dengan penampilan seleb-seleb berikut yang bisa menjadi ide fashionmu selanjutnya, Dear.



Putri cantik penyanyi kenamaan dunia Phil Collins tahu betul bagaimana memadankan blazer dengan outfit lainnya agar tidak terkesan terlalu berlebihan. Cute!




Si cantik Elle Fanning menyukai gaya effortless dengan padanan rok mini jeans dan print t-shirt. Hasilnya? Very stylish!




Kemeja sheer dipadu dengan short pants pun berhasil menyulap gaya lebih santai namun tetap modis. Thanks to Lauren Conrad.




Bosan dengan gaya girly? Kamu bisa mencontek gaya boyish yang santai ala Kristen Stewart. Modalnya hanya topi, kacamata hitam, t-shirt yang nyaman, dan jeans.




Penyanyi asal Inggris yang sedang naik daun, Rita Ora, tetap tampil keren dan stylish dengan hoodie, legging, dan sneakers andalan. Sekarang kamu tinggal menyesuaikan gaya-gaya santai seleb ini dengan karakter gayamu sendiri.

Hal yang paling penting adalah kamu nyaman saat mengenakan barang-barang pilihan. Selamat mencoba, Dear.

beauty

Nail Sticker, Inovasi Asyik Mempercantik Kuku


Hanya dalam hitungan detik and you can get beautiful nails!

Bagi kamu penggila nail art atau nggak bisa membiarkan kuku polos begitu saja tanpa pulasan nail polish, bersyukurlah kini ada nail sticker yang jadi solusi cepat untuk mempercantik kuku.



Yes, the magic is called nail sticker. Seperti menjawab doa setiap cewek akan kuku cantik setiap saat dengan cara yang mudah, kini mulai berjejer nail sticker dengan bermacam-macam motif yang cantik dan menggemaskan. Michelle Saunders, manicurist langganan Mila Kunis hingga Olivia Wilde, mengatakan kalau nail sticker memang pantas dicoba oleh setiap cewek.


Dengan ukuran nail sticker yang memang pasti akan lebih besar daripada ukuran kuku pada umumnya, membuat nail sticker ini sangat adjustable dan membuka pintu selebar-lebarnya untuk kreativitas nail art. Seakan makin membuat gemas, Sanders mengatakan kalau cukup dengan 15 menit, kuku cewek manapun bisa terlihat bagaikan dimanikur oleh tenaga profesional tanpa harga mahal. Wah, ayo dicoba, Dear!

hair

HAIR STYLING TOOLS

Untuk menjaga penampilan rambut selalu prima, kita terkadang butuh bantuan berbagai peralatan penataan rambut yang semakin bervariasi. Yuk, kenalan dulu dengan ‘sang penolong’ berikut ini!
Hairdo tool Air Styler
- Air Stylers
Alat untuk membentuk rambut yang merupakan kombinasi dari hair dryer dan sisir. Alat ini bekerja dengan cara yang sama dengan hair dryer, namun dilengkapi dengan sisir atau garpu yang dipergunakan untuk menata rambut.
Diffuser, salah satu alat hairstyling
  • Diffusers
Biasanya alat ini dipergunakan untuk mengeringkan rambut ikal atau keriting alami. Namun kini alat ini juga dilengkapi dengan garpu besar atau prongs, sehingga banyak dipakai untuk membuat rambut bervolume maksimal.
Heated Rolls untuk menggulung rambut
  • Heated Rollers
Merupakan alat penataan rambut berupa gulungan (rol) yang sebelum dipergunakan harus dipanaskan terlebih dahulu. Dengan bantuan alat ini, akan dihasilkan tatanan rambut ikal atau bergelombang.
Crimplers salah satu hairdo styling tool
  • Crimplers
Alat pengeriting rambut yang bentuknya menyerupai flat iron. Bedanya, papan dari alat ini membentuk gelombang, sehingga akan menghasilkan tatanan rambut ikal atau bergelombang dalam pola yang apik.
Curling iron untuk membuat rambut ikal
  • Curling Iron
Alat untuk membuat tekstur rambut menjadi ikal atau bergelombang. Alat ini terdiri atas beberapa diameter, mulai dari yang kecil hingga besar. Diameter yang berbeda dari alat ini akan menghasilkan tekstur rambut ikal yang berbeda pula.
Meluruskan rambut dengan flat iron
  • Flat Iron
Digunakan untuk meluruskan rambut. ‘Papan’ yang lebar memungkin meluruskan helaian rambut lebih banyak dan optimal. Flat iron kecil biasanya dipakai untuk meluruskan rambut bagian tertentu, seperti poni atau ujung-ujung rambut saja.