Perilaku organisasi umumnya berasal dari teori system, teori system memiliki dua konsep dasar yaitu :
1. Konsep subsistem yang melihat hubungan antar bagian sebagai hubungan sebab akib at
2. Konsep kedua memandang sebab jamak sebagai hubungan yang saling berkaitan
Sistem sosial
Ada dua pola system yakni :
1. open system (system terbuka)
2.
closed system (system tertutup)
suatu system dikatakan “terbuka”, jika mempunyai transaksi dengan
lingkungan dimana ia berada.transaksi antara suatu organisasi dengan
lingkungannya mencakup ‘input” dan “
output”.
Input biasanya dalam bentuk informasi, energy, uang, pegawai, material
dan perlengkapan yang diterima organisasi dari lingkungannya. Output
organisasi pada lingkungannya dapat berbentuk macam-macam tergantung
pada sifat organisasi.
Organisasi sebagai system yang menciptakan dan menjaga lingkungan
didalamnya memuat interaksi manusia yang kompleks ( baik antar individu
maupun dalam kelompok).perilaku organisasi merupakan suatu disiplin ilmu
yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu,
tingkaat kelompok, serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja
individual, kelompok, maupun organisasi).
Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi
ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari
organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi,
ilmu politik, antropologi, dan sumber daya manusia dan pisikologi
industry serta perilaku organisasi. Seperti halnya dengan semua ilmu
social, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrol, memprediksikaan,
dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis
dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu ,
perilaku organisasi (dan studi yang berdekatan denganya, yaitu psikologi
industry)kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak
yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, perilaku organisasi
dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan
keberhasilan kerja.
Ruang Lingkup Perilaku Organisasi
Perilaku organisasi,sesugguhnya terbentuk dari perilaku-perilaku
individu yang terdapat dalam organisasi tersebut dengan demikian dapat
dilihat bahwa ruang lingkup kajian ilmu perilaku organisasi hanya
terbatas pada dimensi internal dari suatu organisasi. Aspek-aspek yang
menjadi unsur-unsur komponen atau subsistem dari ilmu perilaku
organisasi antara lain adalah :
1. Motivasi
proses psikologis yang merupakan salah satu unsur pokok dalam perilaku
seseorang. motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. Makin berharga
tujuan itu bagi yang bersangkutan, makin kuat pula motovasinya. Jadi
motivasi itu sangat berguna bagi tindakan atas perbuatan seseorang.
2. Kepemimpinan
Menurut Wahjosumidjo (1992 : 171), kepemimpinan mempunyai peranan
sentral dalam kehidupan organisasi, dimana terjadi interaksi kerjasama
antar dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan. Bahkan beberapa pakar
mengasosiasikan kegagalan ataupun keberhasilan suatu organisasi dengan
pemimpinnya.
3. Konflik
Di bagi dua
1) Konflik yang negatif ialah konflik di mana pihak-pihak yang terlibat
merasa rugi karena konflik itu. Hal itu bisa terjadi walaupun pihak luar
melihat pihak yang merasa kalah itu sudah unggul. Jadi faktor persepsi
dan perasaan kalah memegang peranan penting. Konflik yang negatif dan
merusak ini muncul dalam bentuk yang dikenal sebagai
spiral konflik.
Spiral konflik ini hanya memiliki satu arah yaitu meningkat dan maju.
Ciri-cirinya, hubungan negatif itu hamper otomatis mengahasilkan
hubungan negatif lainnya. Dalam spiral ini salah satu pihak akan
berusaha untuk mengubah struktur hubungan dan membatasi pilihan pihak
lain, untuk mencari keuntungan sepihak.
Salah satu bentuk konflik negatif ialah suatu konflik yang tidak
terselesaikan. Hal ini bisa terjadi dengan salah satu pihak menarik
diri. Ini dilakukan dengan pengetahuan bahwa pihak lainnya akan dirugiak
oleh keputusan itu.
2) Konflik positif berguna untuk suatu masyarakat atau kelompok yang
memungkinkan ekspresi konflik yang terbuka dan memungkinkan pergeseran
keseimbangan kekuasaan. Konflik akan memberikan transisi untuk suatu
hubungan baru yang terus direvisi.
Ciri-ciri dari konflik yang positif ialah adanya transformasi dari
elemen-elemen konflik, yaitu: cara konflik itu diekspresikan, persepsi
tentang kebutuhan dan tujuan, ersepsi tentang kemungkinan pemenuhannya,
tingkat persepsi bahwa kedua belah pihak sebenarnya saling terkait,
serta jenis kerja sama dan oposisi. Dengan kata lain kedua pihak akan
merasa diperkaya di dalam hubungan mereka. Mereka akan lebih bersedia
bekerja sama dan bersedia untuk mengatasi konflik dengan lebih terbuka
di masa depan.
4. Hubungan komunikasi
dalam hal berkomunikasi, sering terjadi suatu kondisi dimana posisi
seseorang dominan dibanding yang lainnya. Atau mungkin juga, seseorang
memiliki informasi yang lebih banyak dan luas, sehingga pihak yang
menjadi lawan bicaranya menjadi pasif, kurang responsif dan cenderung
mengiyakan saja. Bahkan tidak jarang terjadi, seseorang yang ingin
berkomunikasi dengan orang lain sudah memiliki rasa tidak percaya diri,
takut, ewuh pakewuh, minder, atau gemetar. Jadi jelaslah bahwa proses
komunikasi antar dua orang atau lebih seringkali berada pada posisi yang
tidak sederajat (asymetric relation), sehingga nilai obyektivitas dan
efektivitas dari proses komunikasi tadi dapat terganggu. Selanjutnya
apabila kondisi in berjalan terus tanpa upaya antisipasi, maka tujuan
dari diadakannya komunikasi tadi menjadi terhambat. Oleh karena itu,
proses komunikasi hendaknya berjalan secara wajar, terbuka, dan sejajar.
5. Pemecahan masalah & pengambilan keputusan
dalam kehidupan suatu organisasi, sering ditemui adanya perbedaan
pendapat, perbedaan kepentingan, perbedaan cara mencapai tujuan, maupun
konflik antar anggota organisasi yang bersangkutan. Disamping itu, dalam
skala yang lebih luas, organisasi tidak jarang menghadapi berbagai
kondisi kurang menguntungkan seperti : adanya hambatan dalam proses
pelaksanaan kegiatan, kebingungan dalam menentukan arah dan misinya,
kegagalan merealisasikan rencana yang telah disusun, kesalahan dalam
mengantisipasi suatu fenomena, dan sebagainya.
Adanya suatu permasalahan memang tidak bisa dihindari, namun yang jelas
bahwa masalah tersebut harus dihadapi dengan sikap-sikap positif dan
tindakan kreatif, sehingga tidak akan mengganggu jalannya organisasi.
Sebab, suatu masalah biasanya akan menjadi semacam “kanker” yang akan
semakin mengganas jika dibiarkan saja tanpa upaya pencegahan dan
pengobatan. Oleh karena itu, dalam rangka memecahkan timbulnya masalah,
perlu dilakukan suatu upaya strategis, yakni pengambilan keputusan.
6. Produktifitas & kinerja(performance)
Sumanth (1984 : 7) mengemukakan tentang tiga bentuk dasar dari
produktivitas, yaitu :
a. Produktivitas parsial (partial productivity), adalah perbandingan
antaraoutput dengan salah satu input. Misalnya produktivitas tenaga
kerja(perbandingan output dengan input tenaga kerja) adalah ukuran
dariproduktivitas parsial.
b. Produktivitas total faktor (total factor productivity), adalah
perbandinganantara output bersih dengan jumlah dari input tenaga kerja
dan modal.Output bersih diartkan sebagai total output dikurangi dengan
biaya sementara yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau
jasa.
c. Produktivitas total (total productivity), adalah perbandingan antara total output dengan keseluruhan faktor input.
7. Pembinaan & pengembangan organisasi(organizational development)
Apabila diperhatikan, maka karakteristik organisasi terbuka
mengisyaratkan bahwa organisasi harus selalu siap untuk melakukan
penyesuaian-penyesuaian atau pengembangan (organizational development).
Menurut Henry (1988 : 86), pengem-bangan organisasi tersebut
dilaksanakan melalui intervensi yang penuh perhitungan atas kerja
organisasi yang aktif dengan menggunakan pengetahuan ilmu perilaku
organisasi (organization behavior).
Sedangkan aspek-aspek yang merupakan dimensi external organisasi:
1. Faktor ekonomi
2. Polotik
3. Sosial
4. Perkembangan teknologi
5. Kependudukan,dsb.
Secara sistimatis ruang lingkup kajian perilaku organisasi dalam rangka
mencapai tujuan organisasi, serta faktor-faktor external yang
mempengaruhinya. Dengan adanya interaksi atau hubungan antar individu
dalam organisasi, maka penelaahan terhadap perilaku organisasi haruslah
dilakukan melalui pendekatan-pendekatan produktivitas dan pendekatan
sisytem .
Pendekatan system terutama diterapkan dalam system social, dimana
didalamnya terdapat seperangkat hubungan manusia yang rumit yang
berinteraksi dalam banyak cara.
Ruang Lingkup Ilmu Perilaku
- Perilaku manusia dalam organisasi
- Hart & Scott : para ahli punya pra-anggapan thd. perilaku manusia.
- Copernicus : matahari pusat jagad raya
- Darwin : evolusi
- B.F. Skinner : tindakan manusia dipengaruhi lingkungannya.
- Machiaveli : lebih baik ditakuti daripada dicintai (autokratis)
- Teori perilaku berdasarkan teori Birokrasi Max Weber :
- Spesialisasi, tingkatan berjenjang, sistem prosedur/aturan, hubungan kerja impersonal, promosi dan penghasilan.
- Sumber kewenangan :
- 1. rational-legal authority; 2. traditional authority; 3. charismatic authority.
- Teori Organisasi Administratif Henry Fayol:
- Setiap bentuk usaha terdiri dari 5 subsistem : 1. teknik dan komersial
(pembelian, produksi, penjualan); 2. keuangan (pencarian dan
pengendalian modal); 3. pengamanan; 4. akuntansi; 5. administrasi.
- Teori Manajemen Ilmiah Frederick W. Taylor:
- studi waktu; pembedaan pengupahan; perencanaan kerja; sistem pembiayaan; standarisasi peralatan.
Perilaku organisasi dalam beberapa jenis pendekatan manajemen :
Manajemen tradisional
- Tiap individu memiliki perilaku tertentu dalam tiap proses perencanaan, organisasi, penggerakan dan pengawasan.
- Tiap kelompok/unit kerja memiliki karakteristik tertentu dalam berinteraksi di dalam maupun antar kelompok/unit kerja.
Manajemen berdasarkan sasaran :
- Tiap individu atau keompok memupunyai interest tertentu dalam
menentukan sasaran kerja tiap unit dan bahkan penentuan sasaran
organisasi.
Manajemen stratejik :
- Tiap individu atau kelompok memiliki pandangan yang berbeda dalam
menganalisa lingkungan, penentuan visi dan misi, perumusan strategi,
implementasi strategi maupun pengendalian strategi.
Manajemen mutu terpadu :
- Tiap individu atau kelompok memiliki tolok ukur mutu yang berbeda dan memiliki komitmen mutu yang berbeda pula.